Yeah melanjutkan postingan di bawah, sebenarnya topik ini sangat menarik, namun sangat kompleks untuk dibicarakan.. dan mungkin gw engga bisa menjelaskannya secara sistematis, dan mungkin akan ada hal yang luput untuk gw tuliskan di sini..
Gw melihat sebuah pola standar yang terus menerus dilakukan oleh pria dan wanita.. Persoalan utama di sini adalah permasalahan cinta-mencintai.. Banyak dari kita haus akan cinta, dan mungkin memang benar perkataan Erich Fromm, salah satu psikoanalis ternama, bahwa cinta adalah kebutuhan eksistensial kita yang paling mendasar..
Dengan mencintai kita bisa memenuhi rasa kesepian kita, suatu rasa yang disebabkan oleh keterpisahan kita.. Dengan kata Fromm cinta adalah suatu mode tindakan terhadap dunia secara keseluruhan..
Namun sayangnya sedikit di antara kita yang bisa benar2 mencintai, karena mencintai itu sulit.. dibutuhkan karakter yang dewasa dan ‘produktif’ untuk bisa mencintai dengan benar, dan karenanya bisa memenuhi kebutuhan eksistensial kita..
Dan banyak di antara kita yang malah ’salah arah’, mungkin salah arah kata yang tidak tepat, yaitu kita malah melakukan suatu mode sado-masochist.. Itu adalah sebuah disorder, kalo kasarnya.. karena mereka tidak bisa mencintai dengan benar, menyatu sekaligus mempertahankan individualita, mereka malah mencoba menyatukan diri mereka sepenuhnya pada pasangannya (tepat ga seh kata2nya? gw ragu! hehe)
Pada pihak yang sadistik, dia memanipulasi, menguasai, memiliki pasangannya.. ia ingin menguasai pasangannya sepenuhnya, tanpanya dia bukanlah apa2.. dia cenderung ‘menyakiti’ pasangannya dan ‘membencinya’
Sedangkan pihak masokis merelakan dirinya di kuasai, karena sebenarnya dia tidak memiliki individualita..
Untuk meredam rasa kesepiannya, sang sadistik menguasai pasangannya, sedangkan masokist merelakan dirinya dikuasai..
WEW.. kompleks deh! kalo mau lebih lengkap baca buku Fromm aja deh Fear of Freedom! hoho..
Nah kita kembali ke dunia nyata.. Gw melihat mode pacaran muda-mudi skrg ini mirip sekali dengan mode sado-masokis.. Biasanya sang cowo bersikap posesif, dia membatasi kebebasan sang wanita, dan ingin memilikinya sepenuhnya.. sedangkan sang wanita sedang didominasi, karena itulah ilusinya untuk memenuhi kesepian dan kehampaannya..
Sang cowo sebenarnya tidak mencintai sang cw, dalam artian yang sebenarnya.. mencintai adalah suatu tindakan aktif demi kebebasan, kebahagiaan, dan pertumbuhan sesuatu yang dicintainya.. dia sebenarnya ‘membencinya’ dia benci kekebasannya, dia benci pertumbuhannya..
Dia sangat bergantung dengan orang yang didominasinya.. tanpanya dia bukanlah apa2, dia hampa.. sehingga kita sering melihat orang yang bunuh diri dan depresi bila putus cinta.. Because, he or she is nothing wihout his or her mate..
***
Lalu bagaimana sebaiknya??
Hubungan yang benar2 sehat adalah yang seperti itu tadi.. kita mengusahakan kebahagiaan, kebebasan, dan pertumbuhan pasangan kita.. biarkan dia bebas untuk memilih dengan siapa dia berhubungan.. suatu ikatan malah mengekangnya..
suatu hubungan yang sehat hanya menikmati kebersamaan dengan pasangannya.. tanpa ada harapan ke depan, kekhawatiran, dan sakit hati di masa lalu..
Lalu kita membiarkan pasangan kita ‘berselingkuh’?? Yupz, biarkan dia bebas berhubungan dengan orang lain, karena tujuan kita berhubungan adalah untuk kebahagiaannya, selama orang lain juga bisa membahagiakannya, why not??
dan ironisnya hal itu malah membuat sang pasangan menjadi setia.. gw telah mempraktekkan nya kepada mantan cw gw dulu..
Gw bilang, “Yang penting kamu terbuka, dalam artian terserah kamu mau jalan sama siapa kek, yang penting jujur dan terbuka.. Aku enggak mau ngebatasi kamu..”
Dan juga semangat itu gw terapkan kepada wanita yang gw taksir.. gw hanya menikmati kebersamaan dan hubungan.. hingga waktu lama berlalu, namun enggak ada status, dan gw sendiri menjadi ‘ling-lung’ dan bertanya kepadanya,
“Jadi skrg lo mau nya bagaimana?”
gw berharap dia menjawab, “Gw butuh kepastian”. Eh dia malah bilang, “Yaa gw mau kaya biasa aja, seperti biasanya, kaya dulu lagi..”
DUENG!!
Dasar, karakter gw sendiri juga belum dewasa! haha.. di awali dengan semangat sehat, namun di akhiri dengan hasrat2 irasional..
he doesnt want you to be real,
Or to think or to live. he doesnt love you, but I love you.
I want you to have your own thoughts and ideas and feelings, even when
I hold you in my arms