Pain is inevitable, but Suffering is optional
July 11, 2007 by montecassino
Yeah, kalimat di atas adalah prinsip dari psikoterapi bahwa terluka itu tak bisa dihindari, hanya saja menderita itu adalah pilihan kita sendiri..
Kalimat tersebut selalu membuat gw merenung dan mencoba memahaminya dalam kehidupan sehari-hari.. Tidak semua esensi dari kalimat itu dapat gw pahami sepenuhnya, terutama dalam segi yang praktis.. Namun secara garis besar gw mengerti lah ;))
implikasi sederhana dari kebenaran kalimat tersebut adalah bahwa Naif bila kita berusaha untuk hidup tanpa terluka sama sekali (dalam konteks perasaan) baik itu dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam hal percintaan (oh so sweet! -baca: oh so shit- wakakakaka)
dan pada kenyataannya, menyembuhkan hati yang terluka itu sangat sederhana dan gampang sekali, hanya saja sudah menjadi kecenderungan manusia untuk menghindar dari kebenaran, karena mungkin kebenaran itu menyakitkan dan pahit.. karakter kita memiliki berbagai macam defense untuk menghindar dari kenyataan perasaan (ciailah! Kerispatih mampus! huahuahuahuahua)
Bila dalam psikoanalisa resistensi tadi terdiri dari rasionalisasi, proyeksi, reaksi formasi, bla-bla-bla.. namun penjelasan yang memuaskan dan gamblang gw dapat dari buku David Viscott, Emotional Resilience bahwa defense itu terdiri dari 3 kategori: Denial, Pretense, dan Excuse
Semua masalah psikis seseorang pada intinya adalah usaha seseorang untuk menghindar dari kebenaran.. dan hanya dengan menerima kenyataan dan menempatkannya dalam perspektif, maka kita dapat ’sembuh’.. Toh analogi seorang psikoterapis menurut Viscott adalah sebagai koreografer (kayanya seh begitu yang dia sebut) untuk menuntun kliennya agar bisa menghadapi kenyataan dgn lebih baik..
**
Itu adalah preambule yang menyegarkan dari postingan gw ini! huehehehe.. Topik ini terilhami dari dua orang teman gw, yang satu menuliskannya pada shoutbox FS nya, kalimat yang senada dengan kalimat di atas, dan yang satu lagi curhat ke gw mengenai masalah percintaannya! hehehe..
Dan gw merasa masalah percintaan itu sangat Silly bgt.. dan pastinya itu akan diketahui juga oleh teman gw bila sudah ’sehat’ kembali dari ‘penyakit’ yg namanya fall in love hehe..
Sekian lama dia menderita oleh kisah lama yg belum bisa dia lupakan.. gw terus bilang pada dia bahwa dia belum bisa menerima kenyataan, dan pada akhirnya gw menemukan key dari apa yg belum bisa dia terima.. bla-bla-bla hingga akhirnya kami berkesimpulan bahwa (rada enggak nyambung) penderitaan karena cinta itu belum apa2 bila dibandingkan dengan penderitaan yang sebenarnya oleh kaum miskin, penderitaan cinta adalah remeh dan enggak real! =)
Hey! Nice wordpress blog, I’m making my own soon and I’m just wondering if you can help me out. What themes and plugins are you using, if you don’t mind sharing? Thanks.