Conflicts
November 2, 2008 by montecassino
“kalo saran gw seh, kita kan memulainya dengan baik2, jadi gw harap kalian mengakhirinya dengan baik2 juga soal Angga”
Yeah, itu adalah saran terakhir gw mengenai keputusan band soal angga, sang mantan manager.. walau anak2 udh bete, ilfeel, sebel, khawatir, males, dan berpikiran buruk ttg dia, namun gw tetap pro Angga dan berusaha agar dia tetap stay
Apalagi setelah dia sms, “Gw enggak ngerti kenapa kalian begitu, apa kalian enggak atau apa yang sedang dan akan gw lakukan buat band?”
uh, it sounds so pathetic! so, gw pun mengusulkan agar anak2 nelfon dia aja, di loudspeaker..
Awalnya anak2 ragu, namun gw tetap kekeh, dan didukung oleh keyboardist band gw..
tersambung dan Angga pun dengan gaya arogannya menjual malam soal obrolan bersama, dia ingin anak2 yang menemui dia, bukan sebaliknya.. YYUUU MARRRII!!
Seketika saat anak2 menanyakan soal jadwal ketemuan pun gw berceloteh, “Ngapain seh ketemuan segala?? buang2 waktu aja tau!”
Sikap gw berubah 180* malam kemarin, dan anak2 pun heboh tertawa! gw yang tadinya membela dengan gigih kepentingan angga, jadi orang yang paling gigih pula menolak pembicaraan baik2..
alasan gw, dengan gw menefon dia untuk membicarakan baik2, tetapi dia malah bergaya arogan, itu sudah cukup untuk membuat kita mengambil sikap untuk masa bodoh dengannya..
**
Anyway, apa pesan moral dari kisah ini?? (halah udh kaya cerita anak SD!haha) pesan moralnya adalah menjalani hubungan bersama selalu disertai dengan konflik2, yang harus dihadapi dan diselesaikan, agar kita bisa tumbuh dan main dewasa..
Selain itu konflik itu berguna agar kita bisa saling mengerti dan menghargai satu sama lain.. menjelaskan batasan yang tidak boleh dilanggar oleh orang lain yang berhubungan dengan kita..
Konflik tidak lah negatif, konflik justru menyehatkan hubungan.. hubungan tanpa konflik adalah hubungan yang sangat-sangat-teramat-bermasalah..